Senin, 19 November 2012

Ban GT Radial untuk Speed Offroad


Uji langsung di lapangan memang menjadi laboratorium yang tepat bagi sebuah produk ban. Begitu pula PT Gajah Tunggal Tbk, yang selama ini konsisten mensponsori kegiatan olahraga motorsport Speed Offroad Championship sejak 6 tahun lalu. Ajang kompetisi tersebut digunakan Gajah Tunggal sebagai pembuktian kehandalan produknya ban GT Radial Savero Komodo. Kini melalui GT Radial Savero Komodo Speed Offroad Championship 2012, Gajah Tunggal kembali akan menjadi ban resmi Kejurnas kompetisi speed offroad.

Di sisi lain, produsen ban nasional ini menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan prestasi olahraga motorsport, khususnya speed offroad di Indonesia. GT Radial Savero Komodo Speed Offroad Championship 2012 ini diharapkan akan diikuti sekitar 80-90 peserta dan akan berlangsung dalam 5 seri di 4 kota penyelenggaraan yang akan dimulai pada 21 April 2012.
banner ad

Gajah Tunggal akan menjagokan dua tipe ban yang bisa dipilih offroader yaitu GT Radial Savero Komodo MT dan Savero komodo Extreme. “Kami optimis ban GT Radial Savero Komodo akan memberikan pengalaman offroad yang seru bagi para peserta kejuaraan berskala nasional ini. Tahun ini juga akan lebih seru karena kami menyediakan ukuran yang lebih lengkap, seperti untuk Jimny,” tutur Arijanto Notorahardjo, General Marketing PT Gajah Tunggal Tbk, saat konferensi pers di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Adu balap cepat di lintasaan tanah dan Lumpur ini akan berlangsung pada 21 April di Lido, 19 Mei di Serang, 16 Juni di Harvest City, 22 September di Cirebon dan terakhir 17 November di Harvest City. “Ban GT Radial Savero Komodo MT dan Savero Komodo Extreme telah terbukti menjadi ban offroad terbaik di Indonesia. Bahkan bisa saya katakan sejajar dengan ban produksi luar negeri seperti Maxxis,” imbuh Ari.

Ari juga memberikan kabar baik bagi para peserta offroader yang akan menggunakan ban GT Radial Savero Komodo, pihak Gajah Tunggal akan memberikan harga khusus. Selain telah dijajal offorader nasional, bukti ban GT Radial itu terpercaya dan berkualitas tinggi, adalah sudah ekspor ke berbagai negara dan mendapat tanggapan positif.READMORE>>


Ban Untuk Mobil Jip Offroad

Ban untuk mobil jip Offroad - Ini merupakan pengalaman pribadi juga sewaktu kami dengan sengaja berjalan-jalan dalam rangka untuk mencari ban mobil yang cocok untuk dipasangkan pada mobil Taft putih yang masih dalam tahap akhir restorasi di bengkel kami.
Kalau secara fisik daihatsu taft ini merupakan jenis mobil jip jadi bannya juga mencari tipe ban untuk jenis mobil jip yang cocok untuknya.



Begini ceritanya, sewaktu kami disuruh mencarikan ban apa yang cocok untuk model Daihatsu Taft milik Pak Henry dari Jakarta ini dengan sengaja kami membandingkan harga antara toko ban satu dengan yang lainnya. Kebetulan kami sudah ada gambaran untuk membeli ban yang cocok dan baru keluar model terbarunya yaitu type savero komodo. Wah kelihatannya mantap nih tipe ini dan kami pun menanyakan mengenai harganya serta disuruh memilih tipe nya yaitu M/T atau A/T atau tipe biasa atau ekstrim, terus ukuran berapa? Kami pun bingung juga setahu kami ukuran ban cuma kami tahu tinggi, lebar dan ring velg nya saja, eh… ternyata ada juga tipe ban A/T, M/Tdan ada juga tipe H/T.

Akhirnya kami tanyakan lebih lanjut dengan si pemilik toko mengenai arti A/T, M/T dan H/T dengan beraninya. Memang kode-kode ini biasanya ada pada ban jenis radial untuk mobil-mobil jenis jip seperti Daihatsu Taft kami. Dan tanpa basa-basi akhirnya kami diberi penjelasan yang panjang lebar mengenai tipe ban untuk mobil-mobil off road ini.
Perbedaan yang sangat mencolok dari ketiga tipe ban jenis ini dapat kita lihat dari jenis corak kembang bannya, untuk jenis M/T ( Mud Terrain) kembangnya semakin besar dan tebal karena jenis ini merupakan jenis ban untuk off road, jalan berlumpur dan medan-medan sulit lainya pada off road. Kalau untuk berjalan pada aspal bunyi ban akan berisik dan bila jalanan basah sangat berbahaya sekali karena ban akan menjadi licin.

A/T merupakan singkatan dari All Terrain, ban jenis ini digunakan untuk jenis segala medan seperti tanah, kerikil, genangan air serta bisa berjalan dengan baik pada aspal dengan suara yang tidak terlalu berisik tidak seperti ban jenis M/T.
Sedangkan H/T merupakan singkatan dari High Terrain hanya diperuntukkan untuk jenis jalan aspal saja, jenis ban ini biasanya dipakai pada mobil jenis-jenis MPV atau Multi Purpose Vehicle.
Setelah tahu tipe ban mobil jenis jip dan sebagainya, akhirnya kami pun memilih sesuai dengan keperluan kami nantinya. READMORE>>






Type Ban Untuk Mobil Offroad



Saat ini sangat banyak sekali type ban off-road yang ditawarkan oleh pabrikan ban dengan corak, model dan ukuran yang beragam. Oleh karena itu adalah sangat penting untuk menentukan penggunaan kendaraan sebelum menentukan pilihan yang tepat untuk ban kendaraan anda.

Ada beberapa merek kenamaan yang cukup baik digunakan untuk off-road diantaranya Super Swamper, Simex Jungle Tracker atau Extreme Tracker, Silverstone, Mickey Thompson atau keluaran lokal seperti Good Year extra grip, atau Bridgestone Jeep Service. Ada 3 ciri utama yang perlu diperhatikan dalam pemilihan ban off road yakni Konstruksinya, tread pattern (coraknya) dan ukuran (size). Pada dasarnya ada dua type ban yakni bias dan cross ply atau radial. Bias ply mempunyai serat kawat baja yang dipasang secara diagonal melintang pada lingkaran roda sedangkan cross ply atau radial mempunyai corak serat kawat baja yang dipasang 90 derajat dari sudut ujung kiri ban ke ujung kanan ban.

Alasan utama menggunakan bias ply untuk keperluan off-road karena mempunyai sidewalls atau dinding ban yang lebih kuat dan tebal sehingga lebih tahan dari kebocoran. Disamping itu ukuran yang tidak biasa pada kendaraan off-road seperti ukuran ban 31

Inchi atau lebih hanya tersedia dalam bias ply. Disamping itu hampir seluruh 4x4 cocok dengan ban type seperti ini.

Radial atau cross ply juga menawarkan keunggulan lebih banyak diantaranya mempunyai tapak yang lebih lebar sehingga mempunyai cengkeraman yang lebih lebar di permukaan. Namun ban yang lebar hanya cocok digunakan dimedan seperti misalnya berpasir atau misalnya dipermukaan yang licin (slippery).

Ban Off road ( Mud Tyre/ MT )

Mempunyai corak yang kasar dan biasanya telapaknya mampu membersihkan sendiri dari kumpulan lumpur tebal yang menempel diban. Compound ban yang lembek juga memberi traksi cukup baik di lintasan off-road dan yang jelas dapat digunakan secara agresive di medan berlumpur atau lintasan yang berat seperti di lintasan berbatu.

Karena compound yang lunak maka ban ini akan cepat habis apabila digunakan dijalan raya serta tidak mempunyai daya cengkram yang baik apabila digunakan dilintasan aspal. Hal ini dikarenakan type ban dengan corak kembang yang berjauhan sehingga mempunyai jarak pengereman yang jauh apabila digunakan dijalan aspal sewaktu hujan.

Ban ini juga menimbulkan suara yang cukup mendengung apabila digunakan pada kecepatan tinggi dijalan raya. Pada negara tertentu seperti Singapore dan Australia, ban ini tidak ijinkan digunakan dijalan raya.

Mud Tyre (MT)

Ban Untuk Segala Medan (All Terrain /AT)

Ban ini mempunyai corak yang sedikit berbeda dengan type MT. Sesuai dengan namanya maka ban ini dapat digunakan disegala medan. Namun demikian ban ini mempunyai kelemahan dan tidak cukup tangguh pada medan yang extrem semisal menghadapi lumpur yang dalam serta salju yang tebal misalnya. Meskipun begitu ban ini cukup dapat diandalkan pada lintasan aspal, rintangan yang ringan seperti jalan berbatu, jalan tanah (gravel) lintasan salju tipis namun bukan lintasan serius yang penuh dengan lumpur yang dalam.

All Terrain (AT)

Ban Untuk Lumpur dan Salju (Mud and Snow /MS)

Mudah untuk dikenali dengan simbol MS pada samping ban dimana ban ini cocok untuk medan bersalju dan lumpur yang ringan. Cocok untuk pengendaraan dilintasan basah dan mempunyai daya cengkeram yang cukup baik.Mud and Snow (MS)

Ban Untuk Kecepatan Tinggi Jalan Raya (Highway Tyre /  HT)

Di rancang khusus untuk permukaan aspal atau jalan raya. Corak bannya mempunyai bentuk multi guna dibandingkan corak ban biasa dengan dan yang jelas tidak berisik untuk penggunaan dalam kota. Dianjurkan para pemilik 4x4 yang menggunakan kendaraannya untuk kebutuhan sehari hari untuk pula membeli ban dengan type ini dan juga ban untuk keperluan off-road.

Sedangkan untuk tekanan ban maka disarankan bagi pengguna ban off-road yang digunakan dijalan raya maka tekanan ban sebaiknya 25 Psi s/d 27 Psi sedangkan untuk jalan berbatu atau lumpur yang cukup dalam kurangi tekanan ban hingga 10 Psi. Maksud pengurangan ban ini adalah agar ban kendaraan mempunyai telapak yang lebih lebar dengan tanah sehingga mempunyai daya cengkeram yang cukup.

Untuk anda yang sering mengadakan perjalanan diluar jalan raya (off-road) maka sebaiknya menggunakan ban dalam. Dengan penggunaan ban dalam, maka apabila akan dikurangi tekanan bannya hingga 10 Psi dengan maksud agar pijakan ketanah lebih menggigit, ban tidak akan keluar dari peleknya karena kurangnya tekanan ban. Disamping itu apabila tidak menggunakan ban dalam, kemungkinan pelek akan spin dan ban akan tertahan karena beban berat ban luar yang telah dikempeskan menginjak bumi sehingga timbul gesekan antara ban dan pelek mobil yang mengakibatkan kempesnya ban tersebutREADMORE>>

Kode Ban dan Velg Mobil Offroad


Velg dan Ban merupakan komponen yang tidak terpisahkan saat kita ingin mendandani mobil kesayangan. Keduanya memiliki motif dan desain yang sangat beragam sehingga harus pandai-pandai memadupadankan dengan style kendaraan.

Dalam memilih kedua komponen ini, kita harus mempertimbangkan tujuannya. Apakah untuk keperluan harian, kompetisi Offroad atau untuk kontes sebagai carshow. Semuanya harus serasi karena secara tidak langsung menunjukkan jati diri pemiliknya.

Pabrikan mobil umumnya memasangkan ban pada mobil produksinya dengan velek dan ban OEM (Original Equipment Manufacturer) sesuai dengan karakter mobil. Untuk mobil yang diproduksi masal biasanya menggunakan ban yang lebih ditujukan untuk kenyamanan.

Selain menjunjung tinggi faktor kenyamanan, pemilihan pada mobil ban standar juga memperhatikan faktor keselamatan dan faktor keawetan komponen kendaraan. Oleh karena itu kendaraan yang dijual dibekali ban yang berprofil tebal.

Berbeda dengan kendaraan-kendaraan sekelas Ferrari, Lamborghini, Porsche dan kendaraan eksotis lainnya yang dibuat untuk tujuan performa dan gaya hidup. Oleh karena itu ban dan velek yang digunakanpun rata-rata berukuran diameter besar dengan ban berprofil rendah alias ban tipis.

Ban dengan spesifikasi tersebut ditujukan untuk mendapatkan traksi, akselerasi serta kelincahan bermanuver dengan faktor safety yang sangat tinggi untuk mengimbangi kemampuan kendaraan yang bersangkutan.

Karena Faktor kenyamanan berada pada urutan kesekian, maka jangan harap Anda mendapatkan kenyamanan pada kendaraan-kendaraan eksotis yang kami sebutkan di atas. Dan meskipun demikian kita tidak bisa menampik kalau kendaraan eksotis tadi sangat indah dipandang.

Karena umumnya kendaraan dengan velek besar ini digunakan pada mobil-mobil 'mahal' itulah maka banyak para pemilik kendaraan menaikkan ukuran ban dan veleknya agar setidaknya mendekati tampilan mobil-mobil sport eksotis tersebut.

Namun sebelum melaksanakan niat itu, sebaiknya pahami dulu kode-kode yang ada pada ban. Dan yang perlu diperhatikan saat Anda ingin menaikkan diameter roda mobil kesayangan Anda, sebaiknya tidak lebih dari dua inci lebih besar dari ukuran standar OEM. Itu kalau Anda masih peduli faktor kenyamanannya.

Misalnya jika mobil Anda saat ini menggunakan velek ukuran 16 inci, maka sebaiknya Anda melakukan pembesaran tidak lebih dari plus dua (+2) yaitu 18 inci.

Kode-kode pada ban

Misalnya ban berkode 215/65R15 89H. Angka '215' adalah lebar telapak ban dalam satuan ukuran milimeter. '65' (Aspek Rasio), adalah rasio/perbandingan antara ketebalan profil ban dengan lebar telapak ban. Angka 65 di sini mengisyaratkan tinggi/tebal ban adalah 65% dari lebar telapak ban.

'R' (konstruksi), adalah pola jalinan benang/kawat yang memperkuat konstruksi ban. 'R' di sini berarti ban tersebut memiliki pola jalinan berpola radial. Jika 'B' berarti ban tersebut mempunyai konstruksi sabuk bias (bias belted). Untuk 'D' maka berarti konstruksinya adalah bias diagonal (diagonal bias).

Angka 15 berikutnya adalah ukuran diameter rim/velek dalam satuan inci dan angka '89' mengisyaratkan beban maksimal (load index) yang diizinkan pada ban bersangkutan. Sesuai dengan standar industri ban maka kode tersebut memiliki kapasitas beban maksimal sebesar 580 kilogram di tiap ban.

Tabel load Index/ beban maksimal yang diizinkan:

 86=530kg
 87=545kg
 88=560kg
 89=580kg
 90=600kg
 91=615kg
 92=630kg
 93=650kg
 94=670kg dan seterusnya.

Huruf "H' terakhir merupakan indikator kecepatan maksimal.

Tabel indikator kecepatan maksimal yang diizinkan:

 G=  90km/jam
 H= 210km/jam
 J= 100km/jam
 K= 110km/jam
 L= 120km/jam
 M= 130km/jam
 N= 140km/jam
 P= 150km/jam
 Q= 160km/jam
 R= 170km/jam
 S= 180km/jam
 T= 190km/jam
 U= 200km/jam
 V= 240km/jam
 W= 270km/jam
 Y= 300km/jam

Jadi ban berkode 215/65R15 89H adalah ban dengan lebar telapak 215mm, ketebalan ban dengan aspek rasio 65% x 215(mm) = 129(mm), berjenis radial dengan ukuran velek berdiameter 15 inci, mampu dibebani seberat 580 kg dengan batas kecepatan aman maksimal 210 km/jam.

Ada perbedaan kode simbol batas kecepatan pada sistem Eropa generasi lawas yang diberi kode 215/65 HR15 yang berarti lebar telapak 215 mm/aspek rasio 65, kecepatan maksimal 210 km/jam, jenis radial dan rim 15 inci.

 TR=100 Km/jam.
 HR=210 Km/jam.
 VR=260 km/jam
 ZR=340 km/jam.

Tulisan 'DOT' pada dinding ban, berarti ban tersebut telah memenuhi standar persyaratan dari Departement of Transportation (DOT) Amerika Serikat berdasarkan sistem Uniform Tire Quality System (UTQG) atau tiga jenis kemampuan/tingkatan ban, yaitu keawetan/jarak tempuh, daya cengkeram dan daya tahan terhadap temperatur.

Inflation Pressures/Tekanan angin adalah batas maksimum yang diperbolehkan, tetapi belum tentu sesuai untuk jenis mobil Anda. Pakailah selalu tekanan angin yang dianjurkan produsen mobil yang dapat dilihat pada buku petunjuk/manual book.

Di samping kode-kode di atas, ada kode lainnya yang tak kalah penting. Dalam dunia off-road kerap kita mendengar ban berukuran 31 ban 33 dan lain sebagainya. Untuk ban off-road biasanya menggunakan kode sederhana seperti 31 x 10.50 R 15 6PR.

Angka 31 adalah ukuran paling luar diameter ban dalam satuan inci, sementara 10.50 merupakan ukuran lebar ban dalam satuan inci, R adalah jenis ban Radial dan 6PR adalah 6 Ply Rating yaitu jumlah lapisan pola jalinan kawat atau benang di dalam ban yang dalam hal ini maksudnya 6 lapisan.


Kode-kode pada velg

Bahasa velek umumnya lebih sederhana dibanding bahasa ban. Sebagai contoh: Sebuah velek tertera kode 7 1/2 (7.5) x 17 kemudian 4/114.3 dan ET +40.

Angka 7.5 pada rangkaian kode 7.5 x 17 merupakan lebar velek dalam satuan inci sementara angka 17 merupakan diameter velek dalam satuan inci. Arti angka 7.5 x 17 berarti velek memiliki lebar 7,5 inci dengan diameter 17 inci.

Rangkaian kode 4/114.3 merupakan kode untuk menunjukkan jumlah baut yaitu 4 baut dan 114.3 merupakan kode untuk PCD (Pitch Circle Diameter) yaitu diameter pola lingkaran posisi baut dalam satuan milimeter. Jadi jika ada kode 5/112, berarti velek tersebut memiliki 5 lubang baut dengan PCD 112 mm.

Kode ET merupakan ukuran offset velek. Velek memiliki dua bibir yaitu bibir luar dan bibir dalam. Jika dudukan baut velek berada tepat di tengah-tengah antara bibir luar dan bibir dalam (centerline) berarti velek memiliki offset 0.

Posisi dudukan baut velek semakin ke arah luar berarti velek memiliki offset positif demikian pula sebaliknya jika posisi dudukan roda cenderung lebih ke arah dalam berarti negatif. Jadi jika pada velek tertulis ET +40 itu artinya posisi dudukan baut roda pada velek bergeser ke luar sejauh 40 mm.

Umumnya pemilik kendaraan jarang malakukan kesalahan dalam memilih ukuran ban dan velek serta ukuran PCD. Akan tetapi pemilik kerap lalai mengukur offset-nya hingga baru diketahui setelah ban dan velek siap dipasang atau bahkan setelah dipasang pada kendaraan.

Kebanyakan problem yang timbul adalah mentoknya ban dengan komponen bodi kendaraan seperti pada bibir spakbor atau fender, piring dudukan pegas suspensi atau dinding apron maupun dinding rumah roda akibat melupakan faktor offset.

Kalau sudah begini, biasanya pemilik menyiasatinya dengan menambahkan spacer agar ban tidak mentok. Namun perlu diingat bahwa penggunaan spacer membuat velek memiliki potensi bergeser dari posisinya karena tumpuan velek hanya bergantung pada ikatan baut-baut roda.

Seharusnya velek menempel sempurna pada dudukan roda dan tertahan oleh tonjolan poros roda agar posisi roda tetap center pada dudukannya.

Yang tidak kalah pentingnya saat memasang velek, perhatikan lubang tengah velek dan tonjolan pada dudukan velek. Idealnya antara lubang tengah pada velek dan tonjolan hub roda harus masuk secara presisi. Jika Ada celah, sebaiknya Anda meminta ring tambahan untuk di pasang pada center hub roda untuk membantu velek tetap center terhadap poros roda. (OL-07) READMORE>>




Tips Memilih Ban Offroad

    
Kita terkadang sering salah kaprah ketika memilih ban offroad, tidak pas dengan kebutuhannya. banyak yang berfikir bahwa semakin besar ban tentunya dapat melalui trek extrim, tidak memikirkan tenaga dari mesin sampai rasio final gear disebabkan setiap kendaraan berbeda. kita perlu menghitung ulang pada mesin, transmisi, transfercase serta final gearnya sebab hal ini sangat menentukan dalam kita memilih ban untuk offroad. Terdapat sedikit tips dalam memilih ban yg sesuai dengan kendaraan anda:

1. Suzuki Jimny standart belum dimodif ukuran ban yg pas serta nyaman buat offroad 29"x15" apabila lebih besar tenaga mesin ngedrop serta resiko as roda putus karena as roda jimny rentan.

 2. Jimny modif'an engine swap un2500cc hingga final gear 4,....- 5,.... maksimal ban yg digunakan 32"

3. Willys mesin standart/engine swap un2500cc final gear 4,8 - 5,3 maks ban 32"x15" 4. CJ7/FJ40 atau up2500cc standart, ban yg digunakan 32"x15", modif'an up2500cc maksimal 35". Terdapat beberapa jenis ban offroad yg memang dihadirkan pihak produsen seperti M/T atau Mud Terrain, diperuntukan bagi mobil offroad. Dapat dideteksi dari kembangannya yang sangat kasar dan got dalam. A/T All Terrain pastinya ban ini mampu untuk segala medan, namun bukan untuk lumpur dalam kategori berat, Jika sekedar jalan tanah dengan profil keras, berkerikil maupun jalan becek dan sedikit berlumpur atau lapangan rumput, masih oke. Ban ini tentunya mempunyai performa yang lebih baik ketimbang ban tipe M/T ketika digunakan di aspal, suara bising dan getarannya lebih kecil. Begitu juga dengan kemampuan pengereman serta kemampuannya berjalan di atas genangan air hujan, dipastikan jauh lebih baik. Sedang H/T Highway Terrain buat yang lebih banyak berjalan di aspal. READMORE>>